Merdeka dari Kegelapan Merdeka dengan Energi Terbarukan

Indri Juwono • 17 Agustus 2017
2 komentar
2 likes
Tanggal artikel
Nama lokasi Gunung Sangar - Sukamakmur

Tahun lalu, warga Kampung Gunung Sangar Desa Mulyasari, Sukamakmur Bogor Jawa Barat belum mendapat aliran Listrik dari PLN. Padahal, letaknya hanya sekitar 40 km dari Ibukota Jakarta sementara rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan rasio elektrifikasi tertinggi di Indonesia. Namun sayangnya penyaluran listrik belum merata karena masih terlihat banyak warga di beberapa kampung atau dusun yang belum mendapatkan akses listrik.


"Salah satu kendala terbesar yang ditemui di lapangan antara lain akses yang sulit dijangkau sehingga mengakibatkan distribusi sejumlah material instalasi kelistrikan seperti tiang beton, gulungan kabel, dan trafo listrik menjadi terhambat," ujar Teten Derichard, ketua ILUNI FTUI di kampung Gunung Sangar, Jawa Barat.

Melihat kondisi dan potensi yang ada pada pertengahan tengah Desember 2016, Ketua Bidang Community Development ILUNI FTUI melakukan survey untuk mengembangkan potensi energi terbarukan juga memasang panel surya untuk penerangan musholla bekerjasama dengan ILUNI FIB.

Tahapan selanjutnya ILUNI FTUI membuat pembangkit skala kecil yang memanfaatkan sumber daya setempat. Kebetulan ada kali kecil di pinggir desa, dibuatlah pembangkit tenaga air yang dapat beroperasi pada putaran sangat rendah dan outputnya sesuai untuk satu kampung tersebut. "Tidak perlu instal trafo dan gelar kabel transmisi yang panjang dan mahal, apalagi tiang beton. Pakai bambu juga bisa kok," sambung Teten, "Sementara itu, yang penting kampung terang dan warga dapat menikmati listrik, karena sudah terlalu lama mereka memimpikan listrik."

kampung sukamulya gunung sangar jonggol iluni ftui



Setelah berharap dengan pembangkit energi mikro hidro ini, ILUNI FTUI berharap dapat segera di implementasikan di dusun-dusun terpencil lainnya bekerja sama dengan warga sekitar sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk merasakan nikmatnya listrik dengan memaksimalkan potensi alamnya.

Pada HUT kemerdekaan RI yang ke- 72 ini, ILUNI FTUI mencanangkan Kampung Gunung Sangar sebagai Desa Binaan Energi Terbarukan dengan memprioritaskan Mikro Hidro selain untuk penerangan juga sebagai sumber energi mesin pengolahan hasil bumi seperti pengilingan padi maupun kopi.

"Tujuh puluh dua tahun Kemerdekaan ini, ILUNI FTUI bersama warga setempat akan menggelar berbagai lomba pada malam hari sebagai simbol warga dusun sudah merdeka dari kegelapan," sambung ketua Bidang Community Development Center ILUNI FTUI Irpan Bakri.


Dengan terangnya desa ini, warga berkumpul di malam hari untuk menggelar lomba-lomba ala 17-an di Indonesia. Sementara anak-anak mengikuti lomba makan krupuk, ibu-ibu berlompatan dengan balap karung, sementara bapak-bapak ramai dengan lomba menangkap ikan di sawah. Kegembiraan dan tawa riang terpancar dari raut wajah warga yang berkumpul memenuhi lapangan untuk mengikuti berbagai acara. Menang atau kalah tidak menjadi masalah, karena momen kebersamaan menikmati hasil gotong royong semaraknya desa ini di malam hari.

 

lomba makan krupuk desa sukamulya gunung sangar jonggol iluni ftui

 

lomba makan krupuk desa sukamulya gunung sangar jonggol iluni ftui

 

lomba balap karung desa sukamulya gunung sangar jonggol iluni ftui

lomba menangkap ikan desa sukamulya gunung sangar jonggol iluni ftui

 

 

lomba tangkap ikan

 

lomba tangkap ikan

 

lomba tangkap ikan

 

“Sekarang di malam hari anak-anak bisa belajar lagi, dan kita bisa kumpul-kumpul juga sambil mengobrol,” kata Bu Sanaah, yang malam itu rumahnya riuh oleh tim ILUNI FTUI yang ikut beristirahat usai menempuh perjalanan 2 jam berjalan kaki dari desa sebelumnya. Mendampingi Irpan Bakri dan Chairul Akhir dari tim Community Development Center, Ketua ILUNI FT Teten Derichard beserta Ketua Communication Center Indri Juwono dan Wabendum Dewi Rumondang hadir di lokasi acara sembari memeriahkan suasana.

 

tim iluni ftui

 

makan bersama

 

belajar di malam hari

 

Kemerdekaan bukan saja lepas dari penjajahan, namun juga bebas dari cengkeraman ancaman kebodohan, meningkatkan pengetahuan dengan melihat potensi-potensi daerahnya sebagai sumber energi, memupuk tunas-tunas bangsa untuk memahami dan mencintai negerinya sendiri.

 

MERDEKA!

merdeka

 

Tag Tags: community development, gunung sangar
Kredit foto Photo Credit: indri juwono
Article video Video:

Article slideshow Slideshow:

Artikel Lainnya